23 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tinggal di Gubuk Beratap Terpal, Jumiati Hidupi 7 Anaknya


Tinggal di Gubuk Beratap Terpal, Jumiati Hidupi 7 Anaknya
Gubuk yang ditempati Jumati bersama 7 anaknya di Desa Hambau.

KLIKTENGGARONG - Menjadi kabupaten terkaya di Indonesia, Kutai Kartanegara tak lantas bebas dari kemiskinan. Menurut data, Kukar menyandang predikat penerima bekas untuk masyarakat miskin (raskin) terbanyak di Kaltim. Luasan wilayah menjadi masalah utama, tetapi dengan anggaran berlimpah mestinya permasalahan bisa diatasi.

Jumiati (38), warga RT 16 Desa Hambau, Kecamatan Kembang Janggut, Kukar bisa menjadi contoh. Janda dengan tujuh anak itu hidup di gubuk reot yang terbuat dari kayu bekas. Luas gubuknya hanya 2,5X6 meter. Sangat tak nyaman menampung 7 buah hatinya.

Bukan hanya sempit, atap bangunan yang dijadikan rumah oleh Jumiati itu hanya menggunakan terpal berwarna biru sebagai atap. Di beberapa bagian terpal, ada daun rumbia untuk menutup tambalan lubang.

Jumiati menghidupi tujuh orang anaknya Winarti (16), Oji (14), Yuli (10) Odi (5), Risqi (3), Riska (2) dan Doni (1) tanpa pekerjaan tetap. Suaminya, Yusuf (40) ditangkap polisi dan kini mendekam di Lapas Tenggarong sejak pertengahan 2015 lalu. Tanpa suami, Jumiati kerja serabutan banting tulang demi memberi makan anaknya.

Semua bayangan kehidupan tak nyaman itu belum selesai. Ternyata, gubuk yang didiami oleh Jumiati sejak 8 bulan terakhir itu bukan miliknya sendiri. Jumiati meminjam tempat itu dari keluarganya. Dia pindah karena ingin dekat dengan keluarganya.

Sebelum memilih tinggal di gubuk kecil itu, Jumiati dengan anak-anaknya tinggal di Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang. Dia pindah setelah suaminya tertangkap polisi karena kepemilikan narkoba. Nah, satu bulan sejak pindah ke Hambau, anak terakhir Jumiati Dodi (1, saudara kandung Doni) meninggal karena sakit. Wanita malang itu tak mampu membawa anaknya ke rumah sakit karena tak punya biaya. (*)

Reporter : Jon Ramin    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0