21 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Duh, Tarif Lama Tak Mampu Biayai Operasional RSUD AM Parikesit


Duh, Tarif Lama Tak Mampu Biayai Operasional RSUD AM Parikesit
RSUD AM Parikesit. (Foto: Dok. RSUD AM Parikesit)

KLIKTENGGARONG - Penyesuaian tarif di RSUD AM Parikesit bukan tanpa alasan. Jika mengacu pada regulasi lama, maka hal itu dianggap tidak bisa mengakomodir biaya operasional.

Padahal, rumah sakit pelat merah ini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dituntut untuk bisa membiayai sendiri sebagian besar kegiatan operasionalnya.

Lebih rinci, penyesuaian tarif ini sendiri berkaitan dengan tindakan medis dan berlaku di semua kelas. Baik kelas 3, kelas 2, kelas 1 dan Very Important Persons (VIP).

"Kami tidak membedakan tarif pelayanannya. Semua akan dipukul rata. Misalnya biaya operasi baik yang dikelas 3 maupun di VIP akan sama. Yang membedakannya hanya tarif kamar, karena pelayanan medis untuk semua kelas juga sama," tutur Direktur RSUD AM Parikesit, dr Martina Yulianti, seperti dikutip KlikTenggarong dari laman resmi RSUD AM Parikesit.

Martina menguraikan, beberapa kali telah kenaikan pengeluaran operasional di RSUD AM Parikesit. Sebut saja seperti pembiayaan listrik, air, dan telepon.

Nah, untuk menyesuaikan tarif, papar Martina, telah diperhitungkan biaya satuan rumah sakit untuk setiap tindakan pelayanan dan operasional yang dilakukan.

"Sebagai contoh, pasien mendapatkan gizi (makanan, Red.) tiga kali dalam sehari, asuhan keperawatan, pemeriksaan dokter (visite, Red.), dan beberapa fasilitas pelayanan lain yang menunjang proses kesembuhan pasien," paparnya.

Selain itu, unit biaya operasional dan pelayanan rumah sakit ini diklaim sudah dihitung tahun lalu bersama para dokter spesialis dan konsultan dari UGM.

Meski tarif RSUD AM Parikesit yang berbentuk BLUD ini cukup ditetapkan dengan Perbup, namun manajemen RSUD AM Parikesit telah mengkomunikasikan hal tersebut dengan Komisi IV DPRD Kukar serta tokoh masyarakat. "Sudah ada kesesuaian pendapat tentang penyesuaian tarif tersebut," tukas Martina. (*)

Reporter : Rika    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0