20 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pasukan Kerajaan Bentrok dengan Satpol PP di Gowa


Pasukan Kerajaan Bentrok dengan Satpol PP di Gowa
Situasi mencekam di sekitar Istana Balla Lompoa di Gowa, Sulawesi Selatan/Kompas.com

KLIKTENGGARONG - Konflik keluarga kerjaan dengan keluarga Bupati di Pemkab Gowa, Sulawesi Selatan berujung perkelahian berdarah. Puluhan pasukan kerajaan Gowa bentrok dengan ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dibantu preman, Minggu, 11 September 2016 lalu. Bentrokan menggunakan senjata tajam itu mengakibatkan dua orang terluka terkena sabetan senjata tajam dan anak panah.

Peristiwa bentrokan terjadi pukul 12.25 Wita di Istana Balla Lompoa, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sungguminasa Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa. Bentrok bermula dari arakan pasukan kerajaan bersama sejumlah pemangku adat sebagai rangkaian ritual pencucian benda pusaka kerajaan yang secara turun-temurun digelar setiap tahunnya.

Saat arak-arakan budaya ini digelar, pasukan kerajaan diserang menggunakan anak panah yang bersumber dari dalam Istana Balla Lompoa yang dijaga ketat ratusan Satpol PP dibantu preman. Akibatnya, pasukan kerajaan mengamuk dan menyerang balik penyerang hingga masuk Istana Balla Lompoa.

Tembakan gas air mata yang dilepaskan aparat kepolisian tak menyiutkan nyali kedua belah pihak yang bertikai. Bentrokan menggunakan panah, tombak, dan parang ini mengakibatkan dua orang pasukan kerajaan terluka terkena bacokan senjata tajam dan anak panah. Dari pihak Satpol PP belum diketahui berapa korban luka lantaran awak media dilarang meliput oleh sejumlah petugas Satpol PP.

"Kami sudah mengalah karena kami menggelar ritual di luar istana padahal secara turun temurun ritual adat ini harus digelar di dalam istana tapi nyatanya kami juga diserang walau pun di luar istana makanya pasukan mengamuk," kata Andi Rivai salah seorang pemangku adat Kerajaan Gowa.

Bentrokan ini berakhir setelah sejumlah petinggi Polri tiba di lokasi dan berjanji akan mengusut tuntas pelaku penyerangan yang mengakibatkan seorang anggota pasukan kerajaan terluka. "Korban penyerangan kami sudah arahkan untuk melapor secara resmi dan kami akan usut tuntas," ujar Kompol Henri, Kepala Bagian Operasional  Polres Gowa.



Reporter : Marki/Kompas.com    Editor : Maggie Aksan



Comments

comments


Komentar: 0