20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dosen Unmul Ikut 60 Peneliti Dunia Selamatkan Kucing Merah Kalimantan


Dosen Unmul Ikut 60 Peneliti Dunia Selamatkan Kucing Merah Kalimantan
Kucing merah Kalimantan ini dianggap para peneliti dan akademisi dunia diambang kepunahan. Foto bawah, pada 2009, sejumlah pakar untuk pertama kali berhasil merekam satwa endemik ini dalam format video. (Foto-foto: Istimewa)

KLIKTENGGARONG.COM - Deretan peneliti dan akademisi dunia dari pelbagai negara kini intens meneliti keberadaan kucing merah Kalimantan --satwa endemik khas Borneo.

Menarik karena satu diantaranya merupakan dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda. Ia adalah Rustam.

Dari hipotesa awal, Rustam bersama peneliti dan akademisi dunia lain menyatakan jenis ini tersebar luas di keseluruhan Pulau Borneo. Namun, daerah dataran rendah --seperti hutan mangrove dan hutan rawa-- diprediksi bukan sebagai habitat Catopuma Badia ini.

Demikian pula dengan beberapa daerah di Kalimantan yang telah dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Berdasarkan prediksi sebaran yang diperoleh, kami menyusun daftar wilayah prioritas untuk konservasi kucing merah di Borneo," tulis Rustam dalam rilis hasil penelitian kucing merah Kalimantan berbahasa Inggris yang diterima Klik Samarinda (Klik Group).

"Informasi ini penting untuk mengenalkan satwa liar unik dan endemik Kalimantan, termasuk ancaman kepunahannya karena kerusakan habitat akibat berbagai aktivitas manusia," sambung Rustam. (*)

Reporter : Rangga/Klik Samarinda    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0