20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ibu Guru di Jepang Itu Ternyata dari Kaltim (2-Habis)


Ibu Guru di Jepang Itu Ternyata dari Kaltim (2-Habis)
Evie saat menjadi bintang tamu di salahsatu televisi di Yokohama, Jepang. (Foto: Dok. Pribadi)

KLIKTENGGARONG.COM - Yokohama sejatinya serupa dengan Bontang; kota para pendatang. Ya, di sana rata-rata masyarakatnya berasal dari pelbagai negara. Indonesia adalah satu diantara ratusan negara itu.

Makanya, di Yokohama, berdiri organisasi bernama Persatuan Karyawan Indonesia Yokohama (PKIY). Dimana, ketua dari organisasi ini adalah Trie Asih Septiyantie.

"WNI (warga negara Indonesia, Red.) di sana ada di PKIY. Misalnya karyawan-karyawan dari perusahaan Jepang. Totalnya mungkin sekitar 200 orang," ucap Evie --sapaannya.

Proses adaptasi harus dilakoni Evie tatkala menetap di Jepang. Salahsatu rintangannya laiknya WNI yang tinggal di luar negeri adalah perbedaan budaya. Ya, di Jepang, ada sebuah culture yang sempat membuat Evie shock.

Misalnya, para pendatang di sana akan dijauhi masyarakat Jepang jika tidak menggunakan bahasa Nipon. Alasannya sederhana; karena mereka tak begitu fasih berbahasa Inggris.

"Saya sempat kesulitan bahasa Jepang, karena saya cuma tahu bahasa Inggris". Makanya saya kursus bahasa Jepang 2 tahun sebelum anak pertama (Hana Sugawara, Red.) lahir, dan baru bisa bahasa Jepang setelah Hana menginjak bangku taman kanak-kanak," ulas Evie.

Kendati begitu, Evie mengaku bahagia tinggal di Jepang. Terlebih ketika kali pertama melihat Sakura, bunga khas Jepang yang hanya tumbuh ketika musim semi.

"Waktu pertama kali melihat seperti ada di surga. Cantik sekali. Karena yang ada bunganya saja, pohon tanpa daun. Ada dua warna bunga Sakura, merah muda dan putih," urai Evie.

Kini, Indonesia tak hanya menjadi rumah kedua bagi Evie. Tatkala waktu senggang, Klaimantan Timur (Kaltim) --terutama Bontang-- selalu menjadi destinasi utama Evie dan keluarga untuk liburan.

Di kota inilah Evie selalu ingat kenangan bersama sang suami. Pun, bagi ketiga anaknya. Maklum, bahasa ibu tak begitu fasih dilafaskan oleh Hana Sugawara, Jo Sugawara, dan Suzu Sugawara.

"Sekalian mereka kenal bahasa Indonesia dan belajar budaya di sini," ungkap Evie. "Karena mereka enggak mengerti bahasa Indonesia, jadi pakai bahasa isyarat pakai tangan," aku Evie, tersenyum. (*)

Biodata

Nama: Trie Asih Septiyantie
Panggilan: Evie Sugawara
Tempat Tanggal Lahir: Palembang, Sumatera Selatan, 10 September 1975
Suami: Makoto Sugawara (40)
Anak:
- Hana Sugawara (14)
- Jo Sugawara (10)
- Suzu Sugawara (8)

Riwayat Pendidikan:
- SMA YPK Bontang (1994)
- Universitas Sriwijaya Palembang, Fakultas Ekonomi (1997)

Prestasi:
- Admin PT IKPT Badak Bontang (1997-1998)
- Resepsionis Hotel Sintuk Bontang (1998-1999)
- MHI Mitsubishi Bontang (1999)
- Guru Private International Culture Center Jepang (2013-sekarang)
- Guru SD Yokohama Jepang (2013-sekarang)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0