21 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ibu Guru di Jepang Itu Ternyata dari Kaltim (1)


Ibu Guru di Jepang Itu Ternyata dari Kaltim (1)
Keberadaan Evie sebagai guru privat bahasa Indonesia dan budaya Tanah Air terekam dalam sebuah surat kabar di Yokohama, Jepang. (Foto: Dok. Pribadi)

KLIKTENGGARONG.COM - Di antara mega Yokohama, Trie Asih Septiyantie menggurat cerita. Siapa sangka, mengabdi sebagai Oemar Bakrie harus dilakoni di Negeri Sakura. Ya, sejak 1999 lalu, Evie --demikian ia disapa-- meninggalkan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menjadi guru di Jepang. Perjalanannya bermuara di Yokohama, ibukota Prefektur Kanagawa.

Menariknya adalah apa yang diajarkan Evie selama di sana. Orang-orang Negeri Matahari Terbit yang tergabung dalam International Culture Centre (ICC), diajarkan untuk fasih bahasa Indonesia. Ini bukan tanpa musabab. Karena kelak, mereka akan ditugaskan bekerja di Tanah Air oleh perusahaan mereka masing-masing.

Pun tak hanya itu. Selain di ICC, alumni Sekolah Menegah Atas (SMA) Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) Bontang (1994) ini juga mendedikasikan waktunya mengajar di salahsatu Sekolah Dasar (SD) di Yokohama. Pelajarannya sama; mengenalkan bahasa Indonesia plus budaya Nusantara.

"Tapi tiap tahun rolling. Jadi saya mengajar pindah-pindah sekolah di Yokohama. Karena ada 55 negara yang ikut program IUI (Intra Uterine Insemination, Red.) ini," kata Evie, saat diwawancara Klik Bontang (Klik Group), di kediaman orangtuanya, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Gunung Elai, Tanjung Limau, Kecamatan Bontang Utara, Bontang.

Ihwal cerita Evie di Jepang sejatinya terjadi Juni medio 1999. Ketika itu, Evie harus mengikuti jejak sang suami --Makoto Sugawara-- kembali ke tanah kelahiran. “Saya ikut suami ke Jepang ketika habis menikah. Dan dari situlah saya memulai karier sebagai guru,” tutur sarjana

Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya Palembang (1997) ini. Di Jepang, Evie menemukan asal tambatan hati. Adalah Makoto Sugawara (40), pria asal Nippon yang mempersunting Evie di pertengahan 90-an. Kisah cinta keduanya bersemi ketika sang pujaan hati bekerja di Bontang. Saat itu, Evie hendak melamar bekerja di Mitsubishi Heavy Industries (MHI) Bontang.

Nah, Evie dan Makoto bertemu saat proses interview berlangsung. Kebetulan, Makoto adalah Manager MHI Bontang yang mewawancarai Evie. Singkat cerita, Makoto jatuh cinta pada pandangan pertama. Tak butuh waktu lama bagi keduanya menuju mahligai rumah tangga. Resepesi pernikahannya bahkan dilakukan di Bontang pasca 6 bulan pacaran, tepatnya di Aula Koperasi Karyawan (Kopkar) Pupuk Kaltim (PKT).

"Sempat enggak dibolehkan sama orangtua. Alasannya ya karena menikah dengan orang luar negeri. Bapak sama ibu sempat takut kalau Makoto sudah punya istri di Jepang," kisah Evie.

Kini, perempuan kelahiran Palembang (Sumatera Selatan) 10 September 1975 itu telah memiliki tiga anak dari hasil perkawinannya dengan Makoto Sugawara; Hana Sugawara (14), Jo Sugawara (10), dan Suzu Sugawara (8).

Di Jepang, ada kisah menarik saat Evie janji jumpa dengan sang suami. Saat itu, mereka memutuskan untuk bertemu di salahsatu stasiun kereta api di Yokohama. "Tapi saya hampir dibohongi sama orang dari negara lain waktu tanya dimana tempat stasiun kereta api itu," kenang putri ketiga dari enam bersaudara ini. (*)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0