23 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Breaking News Eksklusif Berita Rekomendasi

Jatam Kaltim Bawa Masalah Kematian 24 Anak ke Kantor Staf Kepresidenan


Jatam Kaltim Bawa Masalah Kematian 24 Anak ke Kantor Staf Kepresidenan
(Foto: Twitter/Jatam Kaltim)

KLIKTENGGARONG.COM - Petaka lubang bekas galian batu bara di Kalimantan Timur kemungkinan tak sekadar sampai di telinga Presiden Joko Widodo. Kantor staf kepresidenan saat ini telah mengolah pelbagai data dan informasi valid yang datang dari Jaringan Advokasi Tambang Kaltim.

Ya, Selasa 17 Mei 2016, hari ini, Jatam Kaltim resmi melaporkan masalah kematian 24 anak-anak di Kaltim yang direnggut eks konsesi emas hitam yang tidak direklamasi sejumlah perusahaan --khususnya di Samarinda, Tenggarong (Kutai Kartanegara), dan Penajam Paser Utara.

Di sana, Jatam Kaltim menyuarakan persoalan pertambangan batu bara dan karut-marut di dalamnya. Mulai dari perizinan, hingga potensi negatif pascatambang.

"Sudah 24 anak meninggal di lubang bekas galian batu bara, tapi tidak ada tindakan yang konkret dari pemerintah daerah untuk menangani hal ini," ujar Dinamisator Jatam Kaltim, Merah Johansyah Ismail, dalam pertemuan tersebut.

Rapat terbatas antara Jatam Kaltim dan staf kepresidenan berlangsung sekira pukul 12.14 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Jatam Kaltim langsung ditemui oleh Deputi II Kantor Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho.

Dalam pertemuan tersebut, Jatam Kaltim juga memaparkan daya rusak pertambangan batu bara serta peta sebaran korban meninggal dunia di lubang bekas galian batu bara.
Sementara itu, perwakilan dari Wahana Lingkungan Hidup, Kalisa Khalid, mendesak agar staf kepresidenan mampu memberikan solusi atas persoalan yang terjadi di Benua Etam.
"Dalam meninggalnya anak-anak Samarinda, kami berharap presiden mampu memberikan solusi yang konkret," ujar Kalisa.
Pandangan lain juga datang dari akivis lingkungan, Siti Maemunah. Maemunah menegaskan, kematian anak-anak di lubang bekas galian batu bara --khususnya di Kota Tepian-- merupakan bentuk lain ari kekerasan terhadap anak.
Dalam pertemuan tersebut, Jatam kaltim hadir bersama sejumlah lembaga nonpemerintah yang concern terhadap lingkungan. Seperti The Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Greenpeace, dan Walhi. (*)

Reporter : Rika    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0