20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ditemukan Setelah 40 Tahun, Dunia Berduka Badak Sumatera dari Kaltim Mati


Ditemukan Setelah 40 Tahun, Dunia Berduka Badak Sumatera dari Kaltim Mati
Najaq, badak Sumatera yang ditemukan di Kubar, Kaltim, sesaat setelah ditemukan. (Foto-foto: Ist)

KLIKTENGGARONG - Kematian Najaq --badak Sumatera yang ditemukan di Kutai Barat, Kalimantan Timur-- membawa duka.

Para konservasionis dan pecinta lingkungan di dunia, harus menunggu kemunculan Dicerorhinus Sumatrensis ini selama 40 tahun.

Selama itu, hewan yang juga disebut Badak Berambut ini tak pernah tampak di alam liar Kaltim maupun Kalimantan.

Setelah ditangkap Sabtu 12 Maret 2016 lalu, Najaq justru mati karena mengalami infeksi di bagian kaki akibat terkena jerat tali jebakan.

Dikutip Klik Tenggarong dari The Washington Post, Jumat 7 April 2016, sebuah organisasi bernama International Rhino Foundation mengatakan turut berduka atas kabar kematian Najaq.

 

Dalam laman Facebooknya tertulis bahwa hal tersebut dapat menjadi pelajaran.
"Kami bersedih atas kabar duka yang datang dari Kalimantan. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa tersebut. Harapan kami adalah jika badak lainnya ditemukan di Kalimantan, agar dikirim ke tempat Sumatran Rhino Sanctuary di mana mereka dapat dirawat dengan fasilitas permanen oleh dokter hewan berpengalaman dan para penjaga," tulis mereka.

Para konservasionis dan pecinta lingkungan dunia sebenarnya tak yakin dengan keberadaan badak di Kalimantan, khususnya Kaltim.

Namun pada 2013 lalu, sebuah kamera berhasil merekam aktivitas hewan tersebut. Diperkirakan ada 15 badak di Kalimantan dan 85 di Sumatera.

Seperti dilansir oleh National Geograpic, Badak Sumatera dapat memiliki bobot hingga 800 kilogram dengan panjang 2,5 sampai 3,2 meter.

Diperkirakan, hewan tersebut hanya tersisa 100 ekor di dunia dan menjadikannya salahsatu hewan paling langka di Bumi. (*)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0