22 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ketua DPRD Kukar Kecewa dengan Dinas PU dan Perusahaan di Muara Badak


Ketua DPRD Kukar Kecewa dengan Dinas PU dan Perusahaan di Muara Badak
Ketua DPRD Kukar Salehuddin (kedua dari kanan) saat meninjau langsung kondisi jembatan di Desa Tanjung Limau. (Foto: Humas DPRD Kukar)

KLIKTENGGARONG - Kondisi jembatan di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, rusak parah. Di beberapa bagian, lubang menganga.

Tampak pula batang ranting pohon berdiri sebagai tanda peringatan. Kayu berbentuk bulat panjang justru menjadi penyangga akses penghubung via darat itu agar tidak rubuh.

Jembatan di Desa Tanjung Limau, memang masih bisa dilintasi. Sebab kerusakan terjadi pada setengah bagian jembatan yang menghubungkan antara Muara Badak dengan Marangkangkayu tersebut.

Meski begitu, pengendara --khususnya roda dua-- tentu harus ekstra waspada. Karena sebagian badan jembatan menghilang, warga setempat berinisiatif mengganti konstruksi jembatan dengan kayu agar mobil bisa melintas meski harus bergiliran.

Fakta ini dilihat langsung Ketua DPRD Kukar, Salehuddin, saat inspeksi mendadak (sidak), beberapa waktu lalu. Sidak ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang mengeluhkan kondisi jembatan di sana.

"Saya merasa prihatin dan juga kecewa. Keprihatinan saya karena jembatan ini sangat berbahaya untuk dilewati, apalagi di malam hari karena tidak adanya penerangan di sekitar jembatan," katanya, seperti dilansir laman resmi DPRD Kukar.

Salehuddin menunjukkan kekecewaannya kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar yang dinilai lamban mengatasi masalah ini. Pun, kekecewaan lain ditujukannya kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana.

"Di sini banyak perusahaan besar, tetapi tidak peka dengan kondisi yang ada di sekitarnya," tegasnya. "Untuk itu saya meminta kepada Dinas PU agar segera mengecek kondisi jembatan, sedangkan kepada perusahaan sekitar saya mengimbau agar turut membantu memperbaiki jembatan," imbuh Salehuddin.

Sebagai informasi, jembatan di Desa Tanjung Limau sangat vital. Bagi warga Muara Badak yang ingin menuju Marangkayu --atau sebaliknya-- kerap memilih jalur ini karena lebih dekat.

Jalan alternatif sebenarnya ada, namun dianggap jauh karena harus memutar melintas jalan milik Virginia Indonesia Company (VICO) Indonesia. (*)

Reporter : Humas DPRD Kukar    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0