22 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Polres Kukar Bekuk Penggendam Antarprovinsi


Polres Kukar Bekuk Penggendam Antarprovinsi
Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar

KLIKTENGGARONG.COM - Satuan Reskrim Polres Kutai Karta Negara Polda Kalimantan Timur berhasil menangkap tiga pelaku penipuan dengan modus gendam. Para pelaku gendam ini telah melakukan aktifitas mereka di lintas provinsi. Ketiganya dtangkap Minggu, 10 Desember 2017. 

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar menuturkan, ketiga pelaku hipnotis itu masing-masing berinisial HS (48) warga asal Sulawesi Selatan, kemudian tersangka F (42) warga asal Samarinda dan tersangka AI (51) warga asal Sulawesi Selatan. 

Mantan Kapolres Metro Jakarta Utara ini melanjutkan, para pelaku bermodus sebagai orang yang hendak menyumbang di panti asuhan. Masing-masing memiliki peran berbeda ketika beraksi. Ketiganya ditangkap di tiga tempat terpisah. 

Tersangka HS yang berperan sebagai penyumbang ditangkap di sebuah kontrakan di gang 8 Samarinda Seberang sekira pukul 15.00 Wita. Sedangkan F berperan sebagai driver diamankan di Jalan Kemakmuran Samarinda pada pukul 17.00 Wita. Kemudian AI yang tugasnya meyakinkan korban diamankan di Km 10 Loa Janan Kukar, pagi pukul 14.00 Wita. 

“Aksi para pelaku ini terungkap atas laporan korban bernama Faridah Astuti (67), warga Arwana Blok A, No A31 RT 16, Kel Timbau, Kutai Kartanegara,” katanya. 

Faridah menjadi korban penipuan para pelaku di sebuah ATM Jalan Ahmad Muksin, Tenggarong. Pelaku berpura-pura meminta diantarkan korban ke panti atau yayasan. Alasannya mereka ingin menyumbang.  

Korban diiming 15% dari Rp 100.000.000 sumbangan per yayasan. Hal itu membuat korban tergiur dan dituntun ke ATM. Pelaku melihat pin korban dan dengan kecepatan tangan pelaku menukar atm korban dengan ATM yang sama dari bank yang sudah kedaluarsa. 

Selama di Samarinda, para pelaku berhasil menipu dua korban di Samarinda dan Tenggarong. Mereka mengantongi keuntungan hingga R 85 juta. Tersangka AI dan HF sering melakukan aksi di Surabaya, Jakarta, Sulawesi dan beberapa kota lainnya. Dalam melakukan aksinya mereka selalu berpindah-pindah kota, durasi paling lama 1 bulan kemudian berpindah kota. 

"Untuk mengelabui para korban ketiga pelaku memiliki ATM dari bank BRI yang berisi uang Rp 99 miliar, kemudian pelaku mengajak korban bersama-sama masuk ke ATM dan melihat saldo pelaku sehingga korban percaya," ungkap Anwar. 

Polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp 17.800.000, 1 unit mobil Xenia KT 1072 ZZ, 1 ATM Danamon, ATM BNI, ATM Bali, ATM BRI, ATM Mandiri, 1 ATM Mandiri Syariah, 2 ATM BCA. (*)

Reporter : Marki    Editor : Nur Aisyah Nawir



Comments

comments


Komentar: 0