22 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ternyata, Penyebab Ritel Tutup Bukan karena Belanja Online


Ternyata, Penyebab Ritel Tutup Bukan karena Belanja Online
Banyaknya ritel besar yang tutup di Jakarta ternyata bukan karena disebabkan tingginya belanja online

KLIKTENGGARONG.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, perubahan pola perilaku konsumen di Indonesia yang beralih atau shifting ke belanja online masih sangat kecil. Kecenderungan shifting ke belanja online sebelumnya sempat disebut-sebut sebagai penyebab gerai-gerai besar ternama banyak yang tutup karena sepi pembeli.

"Share belanja online terhadap total konsumsi rumah tangga enggak sampai 1 persen, 0,89 persen. Jadi, masih sangat sedikit," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati saat menjadi pembicara pada Workshop Peningkatan Wawasan Statistik di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017).

Jika membahas kenapa banyak gerai ritel modern yang tutup, menurut Sri, lebih kepada pergeseran pola perilaku konsumen yang sudah tidak lagi berbelanja barang kebutuhan sehari-hari. Konsumen kini lebih memilih untuk mengeluarkan uang mereka dalam hal rekreasi, makan di restoran, menginap di hotel, serta menikmati hal-hal bermuatan budaya.

Semua hal itu dianggap atau dikatakan dengan istilah leisure."Terjadi pergeseran dari non leisure ke leisure. Ini yang mesti digenjot, supaya orang Indonesia enggak leisure ke luar negeri, tetapi di dalam negeri," tutur Sri. 

Sampai saat ini, menurut Sri, belum ada data pasti mengenai seberapa besar transaksi belanja secara online yang terjadi di Indonesia.

Pihaknya masih menyusun data tersebut dengan menempuh sejumlah survei serta memantapkan program pemerintah untuk membuat regulasi e-commerce, di mana nantinya data kegiatan e-commerce akan dikelola oleh BPS. (*)

Reporter : Marki/Kompas.com    Editor : Putri



Comments

comments


Komentar: 0