18 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pejabat Auditor di BPK Perwakilan Kaltim Ditangkap Polisi Bersama Artis Bigo


Pejabat Auditor di BPK Perwakilan Kaltim Ditangkap Polisi Bersama Artis Bigo
Ilustrasi

KLIKTENGGARONG.COM - Seorang auditor Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Kalimantan Timur ditangkap aparat kepolisian Polresta Samarinda. Nama auditor itu adalah Eko Purnomo (29), warga Jalan Wahid Hasyim, Gang Assalam, Nomor 82A Kelurahan Gunung kelua, Kecamatan Samarinda Utara.

Petugas kepolisian menangkap Eko bersama seorang teman wanitanya Dwi Nova Kusmimar, seorang artis Bigo, di kamar kos rekan wanitanya di Jalan Wijaya Kusuma 3, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Selasa malam 28 November 2017.

Dari tangan pelaku, petugas mendapatkan barang bukti 1 poket sabu berat 0,84 Gb.1 unit HP SAMSUNG milik pelaku. Kepala Bagian Operasi , Ipda Edi Santoso mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan warga tentang sering adanya warga yang menyabu di kos-kosan itu.

Petugas langsung menindaklanjuti laporan. Setelah melakukan penyelidikan, petugas menangkap pelaku sekitar pukul 21.00 WITA.

"Pelaku ditangkap sekitar pukul 21.00 WITA, Selasa malam petugas kepolisian, setelah dilakukan penggeledahan kita berhasil menemukan barang bukti 1 poket sabu berat 0,48 GB ditemukan dilantai kamar dan 1 unit HP Samsung berserta sim card," kata Edi.

Berdasarkan pemeriksaan, Eko mengaku sebagai pemakai narkoba aktif. Ia pengguna menggunakan narkoba sejak tahun 2009 hinga saat ini.

Setelah dilakukan penyelidikan petugas juga menangkap Rizki Akbat Hadianto warga Jalan Jelawat Gang 09 RT 01 Kelurahan Sidodamai Kecamatan Samarinda Ilir, kota Samarinda. Rizki diduga merupakan pemasok barang haram itu kepada pasangan PNS dan artis Bigo itu.

Pelaku Rizki ditangkap di sebuah rumah kos yang berbeda di Jalan Wijaya Kusuma 3, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda di kos-kosan 16 pintu.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan 3 bungkus/ poket sabu seberat 3,84 gram bruto, 1 buah tas gendong warna coklat merk Mont Black serta 1 unit hanphone merk Oppo warna putih.

"Kita dapat laporan, kost tersebut kerap digunakan sebagai tempat pesta narkoba, dan saat lakukan pemeriksaan, memang ada, dan kita juga amankan seorang pengedar, yang baru saja mengantar sabu," lanjutya.

Eko Purnomo mengatakan kedatanganya ke kos-kosan Dwi, rekan wanitanya hanya ingin memberi sejumlah uang. Saat penggerebekan, ia tidak mengomsumsi sabu-sabu seperti yang dituduhkan petugas kepolisian.

Namun, ia mengaku sudah menggunakan narkoba sejak 2009-2010. Meski sempat berhenti, ia tergiur kembali menggunakan karena berkenalan dengan Dwi Novianti.

Dirinya berkenalan dengan DN, saat wanita tersebut tengah live di salah satu aplikasi media sosial, Bigo.

"Dia (DN) live di Bigo. Lalu saya beri give. Setelah itu karaokean.Tapi saya tidak ada hubungan apa-apa dengan dia," kata Eko.

Eko mengaku tertarik kembali menggunakan narkoba dengan alasan untk menambah stamina.

"Untuk menambah energi saja, untuk lembur kerja," ujar pejabat di instansi yang berkantor di Jalan M Yamin ini singkat.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya ketiga pelaku terancam Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.Khusus untuk Eko Purnomo pelaku juga terancam dipecat dari posisinya sebagai aparatur sipil negara (ASN). (*)

Reporter : M4N    Editor : Maggie Aksan



Comments

comments


Komentar: 0