18 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berkunjung ke Kolam Keramat Petirtaan Raja Udayana


Berkunjung ke Kolam Keramat Petirtaan Raja Udayana
Petirtaan Jolotundo di Sidoarjo

KLIKTENGGARONG.COM - Ingin berlibur sekaligus merasakan sensasi tempat pemandian yang diyakini membuat awet muda. Petirtaan Jolotundo di Sidoarjo, Jawa Timur ini bisa menjadi persinggahan Anda. Air di kolam situs candi bersejarah itu diyakini bisa membuat mereka yang berendam atau mandi dari airnya lebih awet muda. Percaya atau tidak, inilah keyakinan warga setempat. 

Khasiat air pemandian Jolotundo diyakini Dewi Maharani. Ibu satu anak berusia 30 tahun asal Pasuruan. Wanita itu mengaku rutin pergi ke Jolotundo setahun sekali bahkan sampai 3 kali. Dia mempercayai, airnya bisa mengencangkan kulit dan membuat semakin cantik. 

"Katanya sih biar awet muda kalau mandi di Jolotundo," ucapnya.

Dewi bersama 2 orang temannya sore itu memang terlihat usai segar karena mandi di tempat khusus yang airnya bersumber dari lokasi pemandian Jolotundo. Tidak hanya mandi, Dewi juga membawa beberapa botol air mineral kosong untuk diisi dengan air Jolotundo sebagai oleh-oleh.

Tidak hanya Dewi dan Suheri saja yang memanfaatkan air dari Jolotundo sore itu. Ratusan pengunjung terlihat juga bergentian menadahkan botol atau tempat air lainnya dari sejumlah pipa kecil di situs Jolotundo.

Sebagian mereka juga menaruh sesaji dan membakar dupa tepat di samping kolam pemandian. Ritual itu dilakukan untuk maksud tujuan tertentu. Aroma menyengat dupa seakan menambah suasana mistis di sekitar kolam.

Dikutip dari berbagai sumber catatan sejarah, Candi Jolotundo merupakan bangunan petirtaan peninggalan Raja Udayana dari Bali, diperuntukan bagi Raja Airlangga, puteranya, setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan.

Secara geografis Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut tepatnya di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan, gunung suci bagi umat Hindu aliran Siwa.

Dari gunung, air dialirkan melalui jaringan bawah tanah menuju Candi Jolotundo. Air menjadi salah satu bagian penting dalam ritual masyarakat saat itu, apalagi bersumber dari gunung yang dianggap suci.

Candi Jolotundo memiliki sendang atau tempat air berdindingkan batu, di sisi kiri dan sisi kanan, berukuran 2x2 meter menghadap ke Barat. Air sumber keluar dari lubang di tengah batu dinding di sisi timur.

Sementara di tengah ada kolam bertingkat, dan di bawahnya terdapat kolam berukuran sekitar 6x8 yang dipenuhi banyak ikan. Pada malam-malam tertentu, Candi Jolotundo banyak didatangi warga yang menggelar ritual-ritual dengan maksud dan tujuan tertentu. (*)

Reporter : Marki/Kompas.com    Editor : Nur Aisyah Nawir



Comments

comments


Komentar: 0