18 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mengenang Muso Salim, Pejuang Sakti dari Tanah Kutai


Mengenang Muso Salim, Pejuang Sakti dari Tanah Kutai
Cicit Muso Salim, Maria Roeslan menunjukkan penghargaan yang didapat buyutnya.

KLIKTENGGARONG.COM – Indonesia telah merdeka lebih setengah abad. Tepatnya, tujuhpuluh dua tahun silam. Masing-masing daerah punya cerita turun temurun tentang pahlawannya. Dari Tanah Kutai, cerita tentang Muso bin Salim ini sepertinya sayang untuk dilewatkan. 

Muso bin Salim adalah putra Kutai asli. Dia tinggal di Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Sanak keluarga yang menjadi saksi peran Muso ketika mengusir penjajah Belanda bertebaran di sekitar kawasan tinggalnya. 

Tak banyak cerita tentang kepahlawanan Muso yang bisa ditelisik. Dari beberapa artikel disebutkan Bahwa Muso memulai andilnya di medan pertempuran pada 1947. Dia bergabung dengan pasukan yang akan bertolak ke Kalimantan Selatan. 

Jhon Kenedy, salah satu cucu Muso mengisahkan, cerita tentang kakeknya dimulai ketika dia bergabung dengan pasukan yang dikomandani Johan Massael. Ketika itu, Johan membawa sejumlah pasukan menuju Kalimantan Selatan. Mereka meminta jalan melewati Ulu Mahakam. 

Ketika itu, jalur menuju Kalimantan Selatan harus melewati hutan. Sangat berat. Pasukan Johan kemudian tiba di Muara Kaman. Di Muara Kaman, pasukan pembawa misi itu dijamu oleh Muso.

Perkenalan dengan Johan itulah yang membuat Muso memutuskan bergabung. Ketika Johan melanjutkan perjalanannya, Muso pamit dengan keluarganya. 

“Kai (panggilan khas Kutai untuk kakek) pamit mengikuti pasukan ke Kalimantan Selatan,” kata Jhon. 

Perjalanan ke Kalsel ditempuh dengan berjalan kaki. Jhon menuturkan, kakeknya itu pergi selama enam bulan. Selama itu, para keluarga di rumah selalu mengirimkan doa untuk keselamatan orang tua mereka.

“Kai orangnya keras, kalau Sudah bilang A, apapun yang terjadi tidak akan berubah,” kata Jhon, mengutip ucapan ibunya Salbiah Muso.



Reporter : Zainul Fanani Umar    Editor : Putri



Comments

comments


Komentar: 0