22 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Lecehkan Profesi Wartawan, Warga Samarinda Dipolisikan


Lecehkan Profesi Wartawan, Warga Samarinda Dipolisikan
Jurnalis di Samarinda membuat laporan kepolisian di SPKT Polresta Samarinda, Sabtu (21/10/2017). Postingan yang bersangkutan di salah satu grup WhatsApp, dianggap telah menghina profesi jurnalis.

KLIKTENGGARONG.COM- Diduga menebar ujaran kebencian serta melecehkan suatu profesi, seorang warga di Samarinda, Kalimantan Timur dilaporkan ke pihak kepolisian. Pria berinisial MW itu dilaporkan oleh jurnalis di Samarinda, karena dianggap telah menyebarkan fitnah, serta ujaran kebencian di media sosial.

Awal permasalahan itu terjadi kerika MW memposting tulisan di salah satu grup WhatsApp, pada Sabtu (21/10/2017) kemarin, sekitar pukul 18.00 Wita. Postingan tersebut berisi tentang kritik mengenai tidak adanya media saat terjadi aksi demonstrasi mahasiswa di depan Istana Negara.

Bahkan pada tulisan itu juga terdapat kalimat yang melecehkan profesi jurnalis. Grup WhatsApp itu beranggotakan masyarakat, pejabat daerah, politisi, akademisi hingga kalangan aktivis, serta LSM, termasuk di dalamnya terdapat sejumlah jurnalis.

Akibatnya, sekitar pukul 11.30 Wita, Minggu (22/10/2017), sejumlah jurnalis mendatangi Polresta Samarinda guna membuat laporan kepolisian. "Saya ada di grup itu, saat saya membuka grup, dia (MW) memposting tulisan yang isinya membuat saya tersinggung," ucap Asho Andi Marmin, kontributor salah satu televisi nasional, Minggu (22/10/2017).

Asho panggilan akrabnya tidak sendirian dalam membuat laporan tersebut. Dia didampingi sejumlah pengurus organisasi kewartawanan, di antaranya terdapat Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim Suriyatman, Ketua Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Kaltim Amir Hamzah, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Charles Siahaan, serta beberapa wartawan lainya.

Postingan yang bersangkutan di salah satu grup WhatsApp, dianggap telah menghina profesi jurnalis. "Profesi saya dikatakan sebagai pelacur yang hina, dan sudah kita laporkan ke kepolisian agar dapat ditindak dan diproses hukum," ucapnya.

Dia pun berharap, dengan adanya pelaporan ini, tidak akan terulang lagi hal-hal yang melecehkan maupun merendahkan profesi sebagai seorang jurnalis. "Kita harap ini tidak terulang, dan orang-orang harus bijak dan tidak sewenang-wenang menggunakan medsos," harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Kaltim Charles Siahaan menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Sebab postingan tersebut dinilai telah menyakiti insan jurnalis yang profesinya dilindungi oleh UU.

"Usut tuntas, kita tidak ingin ada aktivis atau warga yang menghina profesi wartawan. Jadi akan kami dukung dan kawal laporan ini," tegasnya.(*)

Reporter : Tribun    Editor : Nur Aisyah Nawir



Comments

comments


Komentar: 0