17 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berkomplot Proyek Jongkang, Dua Perusahaan Didenda Rp 5 Miliar


Berkomplot Proyek Jongkang, Dua Perusahaan Didenda Rp 5 Miliar
Proses sidang KPPU atas perkara persekongkolan dua perusahaan di Kutai Kartanegara (Int)

KLIKTENGGARONG.COM- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutus bersalah PT Karyatama Nagasari dan PT Jasin Effrin Jaya sebagai terlapor perkara peningkatan Jalan Jongkang menuju Jalan Jakarta, Samarinda Karang Paci (Ring Road III), Kecamatan Tenggarong Seberang.

Dalam persidangan yang dipimpin Chandra Setiawan sebagai Ketua Majelis Komisi, serta Sukarmi dan Kamser Lumbanradja yang masing-masing sebagai Anggota Majelis di ruang sidang KPD Balikpapan, terungkap fakta persekongkolan horizontal, adanya hubungan keluarga antara PT Karyatama Nagasari dan PT Jasin Effrin Jaya. Terdapat tindakan persesuaian Dokumen Penawaran PT Karyatama Nagasari dan PT Jasin Effrin Jaya.

Majelis Komisi berpendapat perusahaan-perusahaan tersebut merupakan entitas hukum yang berbeda yang seharusnya bersaing satu sama lain dalam tender a quo, namun fakta dan bukti-bukti persidangan menunjukkan tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk menciptakan persaingan semu yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat dan menghambat pelaku usaha lain untuk bersaing secara kompetitif dalam tender a quo, ngkap Majelis Komisi dikutip melalui rilis KPPU yang diterima Redaksi Klik Tenggarong.

Selain itu, melalui analisis persidangan juga ditemukan adanya persekongkolan vertikal tindakan Panitia Tender yang menggugurkan PT Adhi Karya (Persero) hanya karena adanya ketidaksesuaian data antara isian nomor pajak dengan pembuktian kualifikasi dalam tahap prakualifikasi, sementara hal tersebut bukan merupakan hal yang substantif (immaterial) pada tender a quo tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu membuktikan adanya tindakan yang disengaja dalam rangka memfasilitasi PT Karyatama Nagasari menjadi pemenang pada tender a quo.

Adanya fasilitasi Panitia Tender kepada PT Karyatama Nagasari menjadi pemenang pada tender a quo membuktikan terjadinya persekongkolan vertikal antara Panitia Tender dan PT Karyatama Nagasari, serta adanya tindakan pengabaian Indikasi Persekongkolan diantara Peserta Tender, lanjutnya.

Dari bukti persidangan yang ada, Majelis Komisi menghukum PT Karyatama Nagasari dan PT Jasin Effrin Jaya membayar danda masing-masing sebesar Rp 5.021.028.000. Kedua perusahaan pun dilarang mengikuti tender pada bidang jasa konstruksi jalan selama dua tahun di seluruh wilayah Indonesia, sejak putusan tersebut memiliki kekuatan hukum tetap. (*)

Reporter : Syakira    Editor : Nur Aisyah Nawir



Comments

comments


Komentar: 0