22 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Oleh-Oleh Kunjungan Kerja DPRD Kukar di 2 Kota (1)


Ini Oleh-Oleh Kunjungan Kerja DPRD Kukar di 2 Kota (1)
Ketua Komisi I DPRD Kukar Abdul Rasid (ketiga dari kiri) memimpin pertemuan. Hasil dari lawatan ke Disdukcapil Bontang ini diharapkan bisa diimplementasikan di Kota Raja. (Foto-foto: Humas DPRD Kukar)

KLIKTENGGARONG - Kunjungan kerja menjadi hal mahfum bagi DPRD. Lewat cara ini, kalangan legislatif belajar banyak hal bagaimana menyokong jalannya roda pemerintahan di tingkat eksekutif.

Pun, tak sedikit dari kunker ini menjadi bahan pembanding dan masukan untuk beberapa kebijakan sebelum diimplementasikan.

Beberapa waktu lalu, misalnya, Komisi I DPRD Kukar melakukan lawatan ke Disdukcapil Bontang.

Ini merupakan bagian dari upaya kalangan legislatif untuk mempelajari lebih detail bagaimana penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Kota Taman.

Rombongan Komisi I dipimpin Abdul Rasid dan didampingi 9 anggota lain. Seperti Jumarin Thripada, Supriadi, M Andi Faisal, Achmad Jaiz HRH, H Ahmad Yani, H Ahmad Zulfiansyah, H Sudarmin, Siswo Cahyono, dan Hamdiah Z. Mereka diterima Asrul Sani, Sekretaris Disdukcapil Bontang beserta jajaran.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Kukar, Abdul Rasid, saat ini DPRD Kukar telah membentuk Panitia Khusus atawa Pansus untuk melakukan perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

"Berdasarkan hasil pertemuan terungkap bahwa untuk meningkatkan pelayanan kepada warga, Disdukcapil Bontang memiliki tugas pokok dan fungsi yang diatur berdasarkan Perwali (Peraturan Wali Kota, Red.) dan menggunakan struktur organisasi dengan pola minimal," ucapnya.

Lebih jauh, Abdul Rasid menjelaskan, di Bontang, Disdukcapil menjalin kerjasama dengan rumah sakit untuk pelayanan pembuatan akta kelahiran.

Dengan kerjasama ini, warga Bontang yang baru melahirkan tak perlu lagi mengurus aktA kelahiran di Kantor Disdukcapil Bontang.

"Proses pembuatan akta kelahiran berlangsung singkat, sehingga saat keluar dari rumah sakit, akta sudah langsung jadi dan bisa dibawa pulang," urainya.

Mekanismenya sendiri dilakukan Disdukcapil Bontang dengan menempatkan staf di setiap rumah sakit. Mereka bertugas membantu orangtua anak membuat kelengkapan berkas pembuatan akta kelahiran.

Selain itu, Komisi I DPRD Kukar juga sempat menilik lebih dalam soal penggunaan mobil e-KTP atau Kartu Tanda Penduduk elektronik.

Di sana, ujar Abdul Rasid, Disdukcapil Bontang melakukan pelayanan "jemput bola" bagi warga.

Misalnya, bagi mereka yang sedang menjalani hukuman kurungan di Lembaga Pemasyarakatan (LP). Atau, bagi warga yang sakit kronis di rumah dan mereka yang bermukim di atas laut.

"Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar kota atau warga yang sedang bekerja di luar daerah, Disdukcapil Bontang memberikan 2 solusi, mengurus surat pindah atau pulang ke Bontang untuk melakukan perekaman," tukas Abdul Rasid. (*)

Reporter : Humas DPRD Kukar    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0