20 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

KPU: Nilai Anggaran Pilgub Kaltim Belum Pasti


KPU: Nilai Anggaran Pilgub Kaltim Belum Pasti
Ilustrasi.

KLIKTENGGAARONG.COM- Hingga kini, anggaran pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2018 belum juga jelas. KPU Kaltim masih menunggu kepastiannya.

Komisioner KPU Kaltim Rudiansyah, mengaku telah mendapatkan informasi jika anggaran Pilgub sebesar Rp20 miliar dari kantong APBD Kaltim 2017. Namun, KPU Kaltim belum menerima pemberitahuan secara resmi. “Belum ada pemberitahuan resminya,” tegas Rudiansyah.

Selain menunggu pemberitahuan secara resmi terkait informasi alokasi anggaran Rp20 miliar tersebut, KPU Kaltim juga masih menunggu kepastian besaran anggaran yang akan dikucurkan pemerintah provinsi untuk pelaksanaan pemilihan gubernur pada APBD dan APBD Perubahan 2017.

"Kami menunggu kepastian anggaran yang akan dikucurkan itu karena menyangkut perencanaan dan pelaporan KPU Kaltim kepada KPU pusat," jelas Rudiansyah.

KPU Kaltim kata Rudiansyah telah mengirim surat ke Pemerintah Provinsi Kaltim terkait kepastian alokasi anggaran pemilihan gubernur 2018 tersebut. 

"Jadi dari anggaran pelaksanaan pemilihan gubernur sebesar Rp428 miliar itu, berapa yang akan dialokasikan pada APBD murni dan APBD Perubahan 2017. Jawaban itulah yang kami tunggu termasuk langkah koordinasi selanjutnya," tutur Rudiansyah.

Berdasarkan hasil rasionalisasi dan revisi, anggaran pelaksanaan pemilihan Gubernur Kaltim pada 2018 tambah Rudiansyah yakni sebesar Rp428 miliar. Anggaran pelaksanaan pemilihan gubernur itu, kata Rudiansyah, tidak lagi berdasarkan standar pemilihan kepala daerah pada 2015, tetapi sudah menggunakan standar APBN. 

Ia menyatakan, jika menggunakan standar pembiayaan sesuai pemilihan kepala daerah 2015, maka anggaran yang dibutuhkan akan jauh lebih besar. Sebagai contoh kata ia, honor tenaga adhoc, saat ini sudah sama di seluruh Indonesia.

"Honor tenaga adhoc tidak lagi bervariasi sehingga sama nilainya di seluruh Indonesia. Honor tersebut jauh lebih kecil dibandingkan saat pemilihan kepala daerah pada 2015 dan kami sudah menggunakan standar itu," katanya. 

"Penyelenggara di tingkat KPU provinsi dan kabupaten/kota, juga sudah tidak lagi mendapatkan honor pilkada sehingga beban aggaran itu sudah sangat terkurangi. Dari rasionalisasi itulah diperoleh angka Rp428 miliar untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur Kaltim 2018," tutur Rudiansyah. 

Anggaran Rp428 miliar untuk pelaksanaan pemilihan gubernur itu tambah Rudiansyah, juga berdasarkan pelaksanaan pemilihan Bupati dan wakil Bupati Penajam paser Utara pada 2018.

Pada pemilihan kepala daerah serentak 2018, kata ia, selain pemilihan Gubernur Wakil Gubernur Kaltim, juga digelar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara.

"Jadi, KPU Kaltim sedikit terbantu karena karena beban penyelenggaraan pemilihan gubernur terbantu oleh pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara," ucapnya. 

"Jadi, sebagian besar pemilihan gubernur itu ditanggung oleh pemilihan bupati. Sementara, karena di sembilan kabupaten/kota tidak ada pemilihan kepala daerah sehingga sehingga kami yang harus menanggung seluruh pembiayaan untuk pelaksanaan pemilihan gubernur tersebut," ujar Rudiansyah.(*)

Reporter : Ramadhan | Antara    Editor : Maggie Aksan



Comments

comments


Komentar: 0