23 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Wow, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 4.219 Triliun


Wow, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 4.219 Triliun
Petugas sedang menata uang di Bank Indonesia.

KLIKTENGGARONG.COM- Bank Indonesia mencatat jumlah Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga November 2016 mencapai 316 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp 4.219 triliun (kurs Bank Indonesia: Rp 13.354 per dolar AS). Angka itu lebih lambat 2,9 persen (year on year) dibanding Oktober 2016. Pelambatan terjadi baik pada utang berjangka panjang maupun berjangka pendek.
 
Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN didominasi sektor swasta 161,5 miliar dolar AS. Sementara utang dari sektor publik tercatat sebesar 154 miliar dolar AS. “ULN sektor publik melambat menjadi 12,1 persen dari 17 persen pada bulan Oktober 2016," kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara, dalam keterangan persnya, Senin, 16 Januari 2017.
 
Berdasarkan jangka waktu, posisi utang Indonesia didominasi yang berjangka panjang sekitar 86,7 persen dari total utang atau 274,1 miliar dolar AS. Angka itu terdiri dari 153,7 miliar dolar AS dari utang publik dan 120,4 miliar dari sektor swasta. Adapun utang dengan jangka waktu pendek tercatat sebesar 42 miliar dolar AS yang terdiri dari sektor swasta sebesar 41,2 miliar dolar AS dan sektor publik sebesar 800 juta dolar AS.
 
Menurut sektor ekonomi, utang luar negeri swasta pada akhir November 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, listrik, gas, dan air bersih. Dibandingkan bulan sebelumnya, ULN sektor keuangan, pertambangan, listrik, gas, dan air bersih mencatat pertumbuhan tahunan yang negatif. Sementara ULN sektor industri pengolahan tumbuh melambat.
 
"Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada November 2016 masih cukup sehat, namun tetap mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional,” kata Tirta.
 
Bank Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan utang khusunya sektor swasta. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan jika utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makro ekonomi.(*)
Reporter : Inara Dafina    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0