23 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Keren, Fashion Show dan Tari di Sungai Tenggarong


Keren, Fashion Show dan Tari di Sungai Tenggarong
Komunitas seni Gubang saat menyuguhkan tari kontemporer bertajuk Meramu Punggung Anak Sungai Mahakam (Foto: end)

KLIKTENGGARONG.COM- Pertunjukan seni tari di panggung atau di lapangan, tentu sudah kerap kita jumpai. Namun, bagaimana ketika tarian ditampilkan diatas sungai dengan menggunakan perahu?

Ya, hal tersebut dilaksanakan komunitas seni Gubang, di Sungai Tenggarong--anak sungai Mahakam yang melintasi Jalan S Parman Tenggarong, Kutai Kartangera (Kukar) Kalimantan Timur atau antara jembatan Besi dan jembatan Bongkok, Ahad, 25 Desember 2016 malam.

Pertunjukkan tari kontemporer bertajuk Meramu Punggung Anak Sungai Mahakam tersebut memang tidak biasa, seluruh seniman baik penari maupun pemusik tampil diatas enam buah perahu atau dalam bahasa Kutai biasa disebut gubang, dikayuh atlet dayung dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kukar.

Dengan tata cahaya lampu minimalis, pertunjukan ini mampu menciptakan suasana hening, hingga ratusan penonton yang berada ditepi sungai jalan S Parman dan Jalan Monumen Timur terpukau dalam gerak tari yang menceritakan tentang kehidupan urban diatas perahu.

Ketua Yayasan Gubang, Hariyansa, mengatakan pagelaran itu merupakan pesan untuk masyarakat agar menjaga dan melestarikan alam khususnya sungai.

"Sebenarnya ini adalah pesan untuk semua, jangan hanya bisa menggunakan sungai tapi tidak bisa menjaganya," ujar seniman yang akrab disapa Ancah ini.

Dikatakannya, persembahan tari di atas sungai yang berdurasi 30 menit itu melibatkan 8 orang penari dan 7 orang pemusik dari Gubang Art Community. "Untuk pakaian yang dikenakan penari dan pemusik bernuansa kontemporer, ada yang ciri khas batik dan sebagainya," katanya.

Sebelumnya, dihari dan tempat yang sama, sekitar pukul 16.00 wita, Gubang Art Community menggelar Fashion Show On The River dengan menampilkan karya bertemakan batik melayu Kutai.

Pagelaran fashion show ini juga unik, sebelum tampil di catwalk, 13 orang peragawan/peragawati yang merupakan penari dari Gubang Art Community, terlebih dahulu dibawa menyusuri anak sungai Mahakam di sekitar jembatan besi Tenggarong menggunakan gubang atau perahu.

Setelah menepi, masing-masing talent kemudian tampil berlenggang ditepi jalan S Parman. "Kita menggunakan runwaynya diatas sungai dan catwalknya diatas trotoar, sehingga penonton bisa menyaksikan dari dua sisi," ujar Hariyansa.

Anca mengatakan, ada sekitar 26 koleksi batik melayu Kutai yang ditampilkan dalam pagelaran ini dan merupakan karya desainer pemilik Rumah Kreasiku. "Dalam fashion show ini kita menggandeng salah satu desainer, yaitu Imam Pranawa Utama, " ucapnya.

Konsep fashion show sendiri, sambungnya, berisi ajakan agar masyarakat melestarikan sungai sekaligus ajakan kepada para seniman untuk menampilkan karya-karyanya. "Ini kita lakukan untuk memacu serta memicu teman-teman seniman untuk berbuat sesuatu bagi Kukar," ucapnya.

Selanjutnya Anca mengatakan bahwa, dua pagelaran ini sebenarnya dalam rangka memperingati hari jadi Yayasan Gubang ke-16.

Dengan pagelaran fashion show dan tari kontemporer tersebut, masyarakat kota Raja Tenggarong mendapat suguhan unik garapan Gubang Art Community.

Anca pun tidak menyangka animo penonton untuk menyaksikan pagelaran tari yang digarap hanya dalam waktu tidak sampai satu bulan itu begitu antusias. "Melihat animo penonton saya kaget sekali, karena ini panggung yang terpanjang dan penonton di kiri kanan yang terbanyak," demikian ungkapnya. (*)

Reporter : Humas Pemkab Kukar    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0