22 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Potong Tunjangan Pegawai, DPRD Tambah ADD Rp 36 Miliar


Potong Tunjangan Pegawai, DPRD Tambah ADD Rp 36 Miliar
Ketua DPRD Salehuddin

KLIKTENGGARONG - DPRD Kutai Kartanegara mendesak Pemkab Kukar menambah alokasi dana desa sebesar Rp 36 miliar. Tambahan itu diperuntukkan bagi keperluan operasional dan penghasilan tetap (Siltap) aparatur desa hingga Desember mendatang. Usulan ini buntut protes dari Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) terhadap pemangkasan Alokasi Anggaran Desa (ADD) sebesar Rp 70 miliar di APBD Kukar.

"Setelah rapat yang cukup melelahkan, kami sepakat untuk meminta Pemkab merealisasikan tambahan anggaran sekitar Rp 36 miliar untuk pos belanja desa. Kami tengah perjuangkan Siltap dan Operasional masuk dalam APBD-Perubahan 2016," kata Ketua DPRD Salehuddin kepada awak media usai menemui massa Cipayung di Kantor DPRD Kukar Kamis, 20 Oktober 2016. 

Saleh mengatakan, saat ini pihaknya masih mengupayakan anggaran tambahan ini masuk dalam APBD-Perubahan. Pasalnya, saat ini KUA Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) sudah digodok, sehingga harus direvisi untuk memasukan klausul tersebut. 

Dijelaskan, rencananya anggaran tambahan untuk kebutuhan desa diambil dari anggaran belanja pegawai. Kata dia, Banggar sepakat cadangan untuk tunjangan gaji pegawai untuk periode Januari 2017 dipotong sebesar Rp 36 miliar. 

"Kami sudah konsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait rencana revisi KUA PPAS, kalau seperti ini insya Allah saya optimis anggaran tambahan untuk desa tahap II dan III bisa diakomodir di perubahan nanti," bebernya. 

Ia menambahkan, prinsipnya DPRD Kukar mendukung penambahan anggaran untuk kepentingan masyrakat di desa. Kendati ditengah krisis keuangan daerah, Banggar memprioritaskan pelayanan masyrakat di pedesaan. 

Sehingga anggaran tambahan diperlukan untuk mendukung hal tersebut. Dana itu untuk memenuhi operasional 6 kelompok serta Siltap.‎ (*)

 

Reporter : Ikhwal Setiawan    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0